Gambaran singkat tentang penangkaran lebah madu.
Dengan mengetahui manajemen Penangkaran, tentu proses penangkaran itu akan sesuai dengan hasil
yang diinginkan, minimal mendekati target yang telah ditentukan. Inilah yang dilakukan oleh peternak lebah tempat kami berkerja sama, sehingga menghasilkan madu trigona terbaik yang telah dikonsumsi selama ini.
Materi ini bersumber dari beberapa referensi dari internet, artikel unila. Menurut Handayaningrat (1990) dalam Winata (2005), manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas perencanaan, penggerakan, pelaksanaan, dan pengawasan, dengan manfaat baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penangkaran sendiri merupakan kegiatan yang berkaitan dengan budidaya flora dan fauna
liar dan pengelolaannya, menyangkut usaha pengumpulan bibit, pengembangbiakan, pemeliharaan, pembesaran dan restocking (pengembalian ke alam), yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian atau eksistensi satwa liar dan tumbuhan liar maupun memperbanyak populasinya untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Wardhani (2010), manajemen koloni sangat penting bagi keberhasilan usaha budidaya lebah madu. Manajemen koloni menyangkut beberapa aspek, salah satunya adalah manajemen lebah ratu. Manajemen lebah ratu dinilai penting karena dua hal. Pertama, ratu adalah pemimpin sekaligus ibu dari seluruh anggota koloni, sehingga menentukan sifat dan karakter keturunannya. Kedua, produktivitas dan kepemimpinan ratu dibatasi oleh faktor umur. Usia ratu dapat mencapai 5 tahun, akan tetapi masa produktifnya paling lama hanya 2 tahun. Efektivitas kepemimpinan ratu juga
dibatasi waktu.
Dua hal diatas mengharuskan peternak lebah mengendalikan kondisi dan produktivitas lebah ratu dari setiap koloni yang dimilikinya sehingga, apabila ratu hilang atau turun produktivitasnya, dapat segera mengambil langkahlangkah yang diperlukan
untuk menjaga koloni tetap stabil, sehat, dan produktif. Oleh sebab itu, peternak lebah madu harus dapat menangkarkan lebah ratu sehingga dapat melakukan penggantian ratu apabila sewaktu-waktu
dibutuhkan.
Menurut Soedharma (1985) dalam Winata (2005), suatu kegiatan penangkaran
perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Lokasi penangkaran yang sesuai.
2. Ketersediaan di alam dan populasi alam.
3. Kesiapan teknologi yang dikuasai untuk penangkaran agar bisa berhasil.
4. Persiapan perangkat kebijakan sistem pengendalian pengawasan.
5. Faktor-faktor sosial ekonomi masyarakat setempat yang akan terlibat didalamnya.
Menurut Gilles (1971) dalam Winata (2005), pengelolaan satwa liar merupakan ilmu dan seni dalam merubah atau memanipulasi karakteristik habitat, populasi satwa liar dan aktivitas manusia untuk mencapai tujuan manusia dalam manajemen satwa liar.
Menurut Gilles (1971) dalam Winata (2005), hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen satwa liar adalah:
1. Paddock (kandang)
Biasanya dalam penangkaran terdapat berbagai macam bentuk paddock, disesuaikan dengan keadaan topografi di lapangan.
2. Makanan
Dalam suatu penangkaran, makanan merupakan salah satu faktor yang penting karena penyediaan makanan yang mendapatkan perhatian serta penanganan yang baik dan teratur, sehingga kualitas makanan yang diberikan mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi.
3. Pencegahan Penyakit
Pendekatan untuk pencegahan penyakit menurut Mc Ardle (1972) dalam Winata (2005), harus memperhatikan aspek perkandangan dan pemberian makan. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit adalah kandang yang terlalu padat dan lembab, kandang yang buruk, serta sirkulasi udara yang kurang baik. Sedangkan dari segi makanan adalah pemberian makanan yang tidak tetap dan tidak disukai.
4. Perkembangbiakan
Dalam penangkaran, masalah perkembangbiakan merupakan hal yang penting karena pada dasarnya keberhasilan suatu penangkaran ditentukan oleh keberhasilan produksinya. Tentunya dengan ketersediaan jumlah bibit yang sangat terbatas keberhasilan perkembangbiakan merupakan
kunci utama dalam penangkaran.
Beginilah sobat penangkaran lebah yang bertujuan untuk menghasilkan madu. Begitu juga penangkaran oleh petani lebah yang mengkhususkan untuk mendapatkan madu trigona. Dengan penangkaran lebah madu yang baik, tentu juga akan menghasilkan Madu Trigona Terbaik.
Sampai disini dahulu, materi ini. Semoga wawasan kita terus bertambah tentang lebah madu tentunya. Semoga teman - teman mempunyai gambaran bagaimana penangkaran lebah madu tersebut, minimal ada 5, syarat yang harus diperhatikan dalam penangkaran lebah madu termasuk lebah madu trigona yang tentunya menghasilkan madu trigona terbaik.